Di Titik Tunduk yang Paling Dalam

Di Titik Tunduk yang Paling Dalam

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Iyyaa-ka na‘budu wa iyyaa-ka nasta‘īn."

Hanya kepada-Mu...
bukan kepada dunia yang fana,
bukan kepada diri yang lemah,
bukan kepada amal yang selalu cacat.

Kami menyembah bukan karena kami suci,
tapi karena kami haus—
haus akan makna, akan arah, akan Engkau.

Wahai Jiwa...
Ketika kau sujud, tahukah kau kepada siapa kau meletakkan wajahmu?
Kepada Dia yang menciptakan langit dan bumi,
yang menyimpan segala rahasia langit ketujuh
dalam bisikan takbirmu yang lirih.

Sujudmu bukan tentang gerakan,
tapi tentang pengakuan
bahwa tiada daya,
tiada upaya,
tiada keberanian mencintai selain karena pertolongan-Nya.

Maka kami menyembah…
dengan gemetar,
dan memohon…
dengan pasrah.

"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan untukmu."
(QS Ghāfir: 60)
"Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah."
(HR. al-Tirmiżī)

Kami hanya hamba…
yang tak bisa menegakkan satu rakaat pun tanpa bantuan dari-Mu.
Bahkan menyebut nama-Mu pun—
adalah anugerah-Mu kepada kami,
bukan kekuatan kami sendiri.

Doa: Di Ambang Ketundukan

Ya Allah…
Engkaulah satu-satunya tujuan sembah sujud kami.
Bukan surga yang kami cari,
bukan pahala yang kami kejar,
tapi wajah-Mu…
yang menjadi pelabuhan akhir kerinduan kami.

Ajarkan kami untuk mencintai-Mu,
bukan karena takut pada neraka,
tapi karena Engkau memang pantas dicintai
lebih dari segalanya.

Kami menyembah-Mu,
meski seringkali dengan hati yang lalai,
lidah yang kaku,
dan pikiran yang mengembara.
Maka tolonglah kami…
untuk menyembah-Mu dengan benar,
dengan cinta yang dalam,
dan sadar yang tak putus.

Jika dalam jalan ini kami jatuh,
angkat kami.
Jika kami lelah,
dukung kami.
Dan jika kami lupa,
ingatkan kami…
bahwa Engkau cukup.

Engkaulah tujuan kami,
dan Engkaulah penolong kami.

Jangan biarkan kami bersandar pada makhluk
atau kekuatan palsu dari dunia.
Sandarkanlah kami hanya pada-Mu—
dalam sujud, dalam hidup,
dalam mati,
dan dalam pertemuan terakhir kelak
di hadapan wajah-Mu yang mulia.

آمِين...
Ya Rabbal-‘Ālamīn.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Titik Tunduk yang Paling Dalam"

Post a Comment