Di Hadapan Pemilik Hari Itu
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
"Mālik Yawmid-Dīn."
Dialah Pemilik Hari itu…
Hari ketika segala suara tertelan dalam bisu,
dan mata tak mampu berpaling dari kebenaran yang telanjang.
Hari di mana tak ada nama selain nama-Nya,
tak ada kuasa selain kehendak-Nya,
dan tak ada tempat berlari…
kecuali ke pelukan ampunan-Nya yang luas tak bertepi.
Wahai jiwaku…
tidakkah engkau gentar membayangkan,
bahwa setiap detik akan bersaksi?
Bahwa tanganmu pernah menggenggam kesombongan,
dan hatimu kerap berpaling dari-Nya dengan ringannya?
Namun…
Hari itu bukan hanya Hari Keadilan.
Ia juga Hari Rahmat —
bagi siapa pun yang hidup dalam tangis tobat,
dan wafat dengan luka cinta di dada.
"Barang siapa datang membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat balasannya."
(QS al-An‘ām: 160)
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan rahmat atas Diri-Nya sendiri."
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Doa: Ketika Nama Dihitung dan Aib Ditampakkan
Ya Allah…
Wahai Pemilik Hari Ketika Segala Milik Akan Hilang,
di hadapan-Mu kelak, semua mahkota akan luruh,
dan segala ego akan mencair bersama debu amal yang tak berarti.
Jika saat itu Engkau memanggil namaku,
panggillah dengan nada cinta,
bukan nada murka.
Dan jika Engkau hitung amal hamba-Mu,
biarkan rahmat-Mu menyela perhitungan itu
sebagaimana hujan menyela kemarau.
Aku tahu…
aku telah banyak menyia-nyiakan malam,
menukar dzikir dengan kelalaian,
menukar tangis dengan tawa palsu dunia.
Namun malam ini…
aku mengetuk pintu-Mu,
bukan dengan catatan amal,
tapi dengan pengakuan yang jujur:
bahwa aku tidak memiliki apa-apa…
selain Engkau.
Ya Mālik…
aku bukan siapa-siapa,
dan justru karena itu…
aku datang kepada-Mu —
karena hanya Engkaulah segalanya.
Jangan biarkan aku termasuk
golongan yang menyesal
ketika tirai hari itu disingkap,
dan seluruh aib dipertontonkan,
sementara kasih sayang-Mu telah pergi.
Peluk aku dengan maaf-Mu,
tutupi aku dengan ampunan-Mu,
dan tuntun aku menuju golongan
mereka yang Engkau panggil:
"Masuklah ke dalam surga-Ku — dengan rahmat-Ku, bukan karena amalmu."
Āmīn…
Wahai Pemilik Hari Itu,
yang kuharap menjadi Hari Kemenangan,
bukan Hari Kehilangan.
0 Response to "Di Hadapan Pemilik Hari Itu"
Post a Comment