Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…
Ilahi, Ilahi… Engkaulah tujuan dan cintaku, Engkaulah yang kucari dan kudambakan. Engkaulah cahaya hatiku dan ketenangan jiwaku. Engkaulah yang ketika aku mengingat-Mu, hatiku tenteram; dan ketika aku lalai dari-Mu, dadaku menjadi sempit.
Ya Rabb, aku adalah pecinta yang bingung di lautan cinta-Mu, aku adalah yang gelisah di ombak cahaya-Mu. Aku adalah hamba yang tidak pernah tenang kecuali ketika berzikir kepada-Mu, dan tidak pernah bahagia kecuali jika dekat dengan hadirat-Mu.
Ya Rabb, bagaimana aku bisa merasakan manisnya dunia, sementara Engkaulah puncak kenikmatanku? Bagaimana aku bisa merasa aman kepada makhluk, sementara Engkaulah sandaran dan ketenanganku? Bagaimana aku bisa lupa mengingat-Mu, padahal tiada hidup bagiku kecuali dengan mengingat-Mu?
Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…
Ilahi, cinta telah membakar hatiku, kerinduan telah mencairkan jiwaku, dan rasa rindu telah mengoyakkan persendianku. Aku adalah yang terbakar oleh api cinta, aku yang mabuk oleh kedekatan dengan-Mu, aku yang tergila-gila di jalan-Mu dan tidak menginginkan selain Engkau.
Ya Rabb, jika Engkau menolakku, siapa yang akan menerimaku? Jika Engkau mengusirku, siapa yang akan merangkulku? Jika Engkau menjauh dariku, siapa yang akan mendekatkanku?
Ya Rabb, jika Engkau tidak menjadikanku milik-Mu, siapa yang akan menjadi milikku? Jika Engkau bukan sandaranku, kepada siapa lagi aku bersandar? Jika Engkau bukan ketenanganku, siapa yang akan menenteramkan hatiku?
Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…
Ilahi, jika Engkau memandangku, Engkau akan mengasihiku; jika Engkau murka kepadaku, aku binasa; jika Engkau berpaling dariku, aku lemah; jika Engkau mendekatkanku, aku bahagia; jika Engkau menarikku kepada-Mu, hatiku akan beruntung dengan cahaya kedekatan.
Ya Rabb, inilah hatiku yang tunduk, inilah jiwaku yang patuh, inilah air mataku yang telah mengalir, inilah suaraku yang telah serak karena panggilan: Ya Rabb, Ya Rabb, Ya Rabb…
Ilahi, andai aku bersujud di atas tanah sepanjang umurku, itu tidak akan cukup untuk memenuhi hak nikmat-Mu. Andai aku menangis dengan air mata seluas lautan, itu tidak akan sanggup mencapai kadar ampunan-Mu. Andai aku hancur luluh karena rindu kepada-Mu, itu tidak akan mampu mencapai hakikat mengenal-Mu.
Ya Rabb, Engkaulah yang Maha Agung, tiada yang agung selain Engkau. Engkaulah yang Maha Pemurah, tiada yang pemurah selain Engkau. Engkaulah yang Maha Penyayang, tiada penyayang selain Engkau. Engkaulah yang Maha Pengampun, tiada pengampun selain Engkau.
Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…
Ilahi, seandainya surga bukan karena ridha-Mu, aku tidak akan menginginkannya. Seandainya neraka bukan karena murka-Mu, aku tidak akan takut kepadanya. Seandainya kedekatan-Mu bukan tujuan utamaku, aku tidak akan mendambakannya. Seandainya melihat-Mu bukan kenikmatanku, aku tidak akan merindukannya.
Ilahi, jadikan aku menetap di naungan kedekatan-Mu, hidup dalam cahaya wajah-Mu, larut dalam lautan cinta-Mu, lenyap dalam keindahan tauhid-Mu, dan kekal dengan cahaya kekekalan-Mu.
Ya Rabb, hati ini telah sempit karena jauhnya (dari-Mu), ruh ini telah haus akan kedekatan-Mu, mata ini telah merindukan untuk memandang cahaya wajah-Mu yang mulia.
Ya Rabb, jangan jadikan aku termasuk orang-orang yang terhalang (dari-Mu), jangan keluarkan aku dari pintu orang-orang yang dekat kepada-Mu, jangan halangi aku dari-Mu karena diriku dan kelalaianku, jangan usir aku dari hadirat-Mu karena dosa dan kebodohanku.
Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…
0 Response to "Rintihan Cinta dan Harapan kepada Allah"
Post a Comment