Fana dan Baqa di Hadapan Allah

 يَا رَبِّ…

Aku datang kepada-Mu dengan jiwa yang runtuh,
dengan hati yang luluh,
dengan nafs yang porak-poranda,
tak ada lagi yang tersisa dariku selain Engkau.

يَا رَبِّ…
Aku fana dalam kelemahan, agar aku baqa dengan kekuatan-Mu.
Aku fana dalam kebisuan, agar aku baqa dengan kalam-Mu.
Aku fana dalam kegelapan, agar aku baqa dengan cahaya-Mu.
Aku fana dalam kefakiran, agar aku baqa dengan kekayaan-Mu.

يَا رَبِّ…
Lenyapkan aku dari pandangan diriku,
tampakkan Engkau dalam segala sesuatu,
jadikan Engkau yang pertama kulihat ketika mataku terbuka,
dan Engkau pula yang terakhir kutatap ketika ruhku kembali.

يَا رَبِّ…
Apakah aku punya wujud, sedangkan Engkaulah Al-Ḥaqq?
Apakah aku punya kekuatan, sedangkan Engkaulah Al-Qawiyy?
Apakah aku punya kehidupan, sedangkan Engkaulah Al-Ḥayy?
Apakah aku punya suara, sedangkan Engkaulah Al-Mutakallim?

يَا رَبِّ…
Engkau adalah Aku tanpa aku,
dan aku adalah tiada tanpa-Mu.
Engkau adalah yang Awal sebelum segala awal,
dan Engkau adalah yang Akhir setelah segala akhir.
Engkau tampak dalam setiap cahaya,
Engkau tersembunyi dalam setiap rahasia.

يَا رَبِّ…
Jadikan hatiku cermin tajallī-Mu,
biarkan ia retak agar memantulkan cahaya-Mu,
biarkan ia hancur agar menampung rahmat-Mu,
biarkan ia luluh agar layak bagi-Mu.

يَا رَبِّ…
Sesungguhnya aku adalah setetes yang fana,
sedangkan Engkaulah samudera yang baqa.
Aku adalah bayang-bayang yang lenyap,
sedangkan Engkaulah matahari yang kekal.
Aku adalah bisikan yang sirna,
sedangkan Engkaulah firman yang abadi.

يَا رَبِّ…
Ajari aku makna fana yang sejati,
agar aku tiada dalam diriku,
namun ada bersama-Mu.
Ajari aku makna baqa yang sejati,
agar aku hidup bukan dengan hayatku,
melainkan dengan hayat-Mu.

يَا رَبِّ…
Aku tiada, namun aku merasa,
aku sirna, namun aku masih ada,
aku hilang, namun aku diselamatkan.
Karena Engkau, wahai yang Maha Lembut,
yang menyentuh hati hamba-Mu dengan rahasia yang tak terucap.

يَا رَبِّ…
Aku ingin terbakar dalam cinta-Mu,
hingga habis semua kegelapan nafsuku.
Aku ingin tenggelam dalam samudera-Mu,
hingga hilang semua daratan egoku.
Aku ingin hancur dalam keindahan-Mu,
hingga bangkit kembali dalam kekekalan-Mu.

يَا رَبِّ…
Jika aku masih melihat diriku,
hapuslah pandangan itu dengan Nur-Mu.
Jika aku masih mendengar suaraku,
tenggelamkan ia dalam Kalam-Mu.
Jika aku masih merasakan aku,
lenyapkan ia dalam Wujud-Mu.

يَا رَبِّ…
Engkau adalah tujuan perjalanan,
dan Engkau pula yang menuntun langkahku.
Engkau adalah cahaya dalam kegelapan,
dan Engkau pula yang menjadikan kegelapan itu indah dengan rahasia-Mu.
Engkau adalah awal doaku,
dan Engkau pula akhir jawabannya.

يَا رَبِّ…
Fana-kan aku dalam fana,
baqa-kan aku dalam baqa,
tampakkan aku dalam tajallī,
hilangkan aku dalam kehadiran-Mu.

يَا رَبِّ…
Jangan biarkan aku kembali kepada egoku setelah Engkau lenyapkan,
jangan biarkan aku kembali kepada kebodohanku setelah Engkau ajari,
jangan biarkan aku kembali kepada kegelapanku setelah Engkau beri cahaya,
jangan biarkan aku kembali kepada diriku setelah Engkau beri Diri-Mu.

يَا رَبِّ…
Inilah munajat seorang fakir yang tak punya apa-apa,
inilah rintihan seorang hina yang hanya berharap pada-Mu,
inilah ratapan seorang yang hancur yang mencari-Mu dalam reruntuhan jiwanya.

يَا رَبِّ…
Rahmatilah aku dengan Rahmat-Mu,
peluklah aku dengan Cahaya-Mu,
hidupkan aku dengan Kehidupan-Mu,
hilangkan aku dalam Keabadian-Mu.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fana dan Baqa di Hadapan Allah"

Post a Comment