Dalam Pelukan ar-Raḥmān ar-Raḥīm
Wahai jiwa yang ringkih,
yang retak karena dunia dan lelah menampung luka,
berhentilah…
dan dengarkan dua nama ini mengalir dari langit:
ar-Raḥmān… ar-Raḥīm…
Dua kata yang bukan sekadar pujian,
tapi pelukan dari langit,
untuk bumi yang letih.
Untukmu.
ar-Raḥmān, Dia yang kasih-Nya menyelimuti semuanya.
Bahkan kafir pun tak luput dari naungan-Nya:
diberi makan, diberi napas, diberi waktu.
"ar-Raḥmān, yang bersemayam di atas ‘Arsy."
(QS Ṭāhā: 5)
Tahta-Nya bukan didirikan di atas murka,
tapi di atas rahmat.
Segala kuasa-Nya bernaung dalam kasih-Nya.
Dan ar-Raḥīm…
Itulah kasih yang khusus,
yang lembut dan meresap ke dalam hati hamba-Nya yang bersujud,
yang menangis pelan dalam doa yang tak terdengar telinga,
yang memohon walau tak tahu bagaimana caranya.
"Dan Dia terhadap orang-orang beriman itu Maha Penyayang."
(QS Al-Aḥzāb: 43)
Pernahkah kau merasa terlalu kotor untuk didekati-Nya?
Terlalu banyak dosa untuk diampuni-Nya?
Terlalu jauh untuk dicintai-Nya?
Maka ingatlah sabda Nabi ﷺ:
"إنَّ اللهَ خلقَ الرحمةَ مائةَ جزءٍ، فأمسكَ عندهُ تسعةً وتسعينَ، وأنزلَ في الأرضِ جزءًا واحدًا، فمن ذلك الجزءِ يتراحَمُ الخلقُ..."
"Sesungguhnya Allah menciptakan rahmat menjadi seratus bagian. Dia menahan sembilan puluh sembilan bagian di sisi-Nya, dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu bagian itulah seluruh makhluk saling menyayangi..."
(HR. Bukhārī & Muslim)
Bayangkan, Jang…
seluruh kasih ibu pada anaknya,
seluruh cinta seekor burung pada anaknya,
seluruh pelukan dunia—
semua itu hanya sepercik dari kasih-Nya
yang tersisa sembilan puluh sembilan bagian di sisi-Nya.
Imām Ibn al-Qayyim berkata:
"الرحمن دالٌّ على الرحمة العامة، والرحيم دالٌّ على الرحمة الخاصة بأهل الإيمان."
"‘ar-Raḥmān’ menunjukkan kasih yang umum,
sedangkan ‘ar-Raḥīm’ menunjukkan kasih sayang khusus untuk orang-orang beriman."
Wahai jiwa,
Jangan menilai Tuhanmu dari kesalahanmu.
Dia bukan hakim yang menunggu jatuhmu,
Dia adalah Samudera yang menanti kau kembali berenang di dalam rahmat-Nya.
Penutup
nama yang cukup kau ucap,
saat dunia menggenggam lehermu,
dan tak ada satu pun manusia mendengarkan isakmu.
Sebab rahmat-Nya,
adalah tempat jatuh terakhir semua tangis.
Dan nama-Nya,
adalah satu-satunya pintu yang tak pernah ditutup dari dalam.
Doa Penutup
Ya Allah,
Yang Kasih-Mu meluas melebihi langit dan bumi,
yang Sayang-Mu menjangkau yang hina dan yang hina mengakuinya…
peluklah kami dalam ampunan-Mu yang tak pernah habis,
walau kami sering datang dengan dada penuh debu.
Jika hati kami beku,
lembutkanlah dengan cahaya kasih-Mu.
Jika langkah kami salah,
luruskanlah dengan kelembutan-Mu.
Jika hidup kami gelap,
suluhilah dengan cahaya rahmat-Mu.
Jadikan kami insan yang tahu diri,
yang malu menyakiti setelah Kau ampuni,
yang enggan berdosa karena merindukan rahmat-Mu,
bukan karena takut hukuman-Mu.
Dan bila dunia mengeringkan cinta dalam hati kami,
basahilah kembali dengan satu tetes kasih-Mu yang agung.
Agar kami bisa mencintai-Mu…
bukan karena layak,
tetapi karena Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Amin, ya Allah, ya ar-Raḥmān, ya ar-Raḥīm.
0 Response to "Dalam Pelukan ar-Raḥmān ar-Raḥīm"
Post a Comment