Di Pangkuan al-Ḥayy al-Qayyūm
"Allah—tiada Tuhan selain Dia—Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri."
(QS Āli ‘Imrān: 2)
Wahai engkau yang sedang lelah…
yang menahan perih namun tetap berjalan,
yang menyimpan rindu namun takut mengakuinya,
berhentilah sejenak di ayat ini,
seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon setelah menempuh padang panjang.
Dengarkan…
Bukan aku yang bicara,
tetapi ayat yang turun dari langit,
membelai jiwa-jiwa yang hampir putus harapan:
"Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri. Tidak mengantuk dan tidak tidur."
(QS al-Baqarah: 255)
Dia tidak pernah lengah, bahkan ketika engkau lupa pada-Nya.
Dia tak pernah tidur, bahkan saat engkau terlelap dalam kelalaian.
Dia tidak pernah meninggalkanmu, bahkan ketika engkau sibuk meninggalkan-Nya.
Kita ini, wahai jiwa,
tak lebih dari sebutir debu yang tertiup di atas bentangan waktu.
Terkadang merasa tinggi, padahal rapuh.
Terkadang merasa kuat, padahal kosong.
Tapi setiap kali engkau menyebut:
"Lā ilāha illā Huwa…",
ada sesuatu dalam dadamu yang menghangat—
seolah ruh mengenali kembali asalnya.
Karena kalimat itu bukan sekadar lafaz,
ia adalah sumbu yang menghidupkan pelita hatimu.
Dan Dia, al-Ḥayy al-Qayyūm,
adalah Pelita yang tak pernah padam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"اسمُ اللهِ الأعظمُ الَّذي إذا دُعِيَ به أجابَ، وإذا سُئِلَ به أعطَى، هو في ثلاثِ سورٍ: في البقرةِ، وآلِ عمرانَ، وطه..."
"Nama Allah yang paling agung, yang jika Dia dipanggil dengan-Nya, Dia akan mengabulkan, dan jika diminta dengan-Nya, Dia akan memberi; terdapat dalam tiga surat: al-Baqarah, Āli ‘Imrān, dan Ṭāhā..."
(HR. Ibnu Mājah, sahih menurut al-Albānī)
Dan ayat itu adalah:
Maka ucapkan ia,
bukan hanya di lidah, tapi di sela-sela sesak nafasmu,
di celah tangismu yang tak terdengar,
di balik senyummu yang menyimpan luka.
"Dan tunduklah wajah-wajah kepada al-Ḥayy al-Qayyūm."
(QS Ṭāhā: 111)
Semua akan tunduk.
Semua akan sujud.
Bukan karena terpaksa,
tetapi karena jiwa mengenali Sang Pemiliknya.
Al-Imām al-Ghazālī berkata:
"هو الحي الذي لا يموت، والمحيي لكل حي، والمميت لكل حي، فلا قيام لحياة ولا دوام لوجود إلا به."
"Dia adalah Yang Maha Hidup yang tidak mati, yang menghidupkan segala yang hidup, yang mematikan segala yang hidup. Maka tak ada kehidupan yang berdiri dan tak ada keberadaan yang bertahan kecuali dengan-Nya."
(al-Maqṣad al-Asnā)
Wahai jiwa,
Jangan bersandar pada sesuatu yang akan runtuh.
Jangan mengikatkan harap pada sesuatu yang fana.
Sandarkanlah hatimu pada Yang Tak Pernah Patah,
gantungkan ragamu pada Yang Tak Pernah Jatuh.
Karena bila segalanya runtuh,
al-Qayyūm masih menegakkanmu.
Penutup: Doa dan Harap
"Ya Allah, gantungkanlah hati kami hanya kepada-Mu—tak melihat selain-Mu, tak tenang kecuali pada-Mu, tak hidup kecuali dengan Kehidupan-Mu, wahai al-Ḥayy, wahai al-Qayyūm."
0 Response to "Di Pangkuan al-Ḥayy al-Qayyūm"
Post a Comment