Segala Puji di Balik Sunyi

Segala Puji di Balik Sunyi

Wahai hati yang kadang bising, kadang sepi...
Pernahkah engkau berhenti di satu ayat saja—
dan membiarkannya berbicara,
seperti angin pagi yang membelai pelipismu?

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam."

Di sinilah segalanya bermula.
Bukan dengan keluhan, bukan dengan permintaan,
tapi dengan pujian.
Karena sebelum engkau mengaduh,
Allah ingin kau belajar mengaku.

Bahwa di balik tangis,
masih ada alasan untuk bersyukur.
Bahwa luka pun,
tak luput dari kelembutan-Nya yang tersembunyi.

"Al-ḥamdu"
bukan hanya pujian di lidah,
tapi syukur dari batin yang sadar:
"Aku ini tiada, kecuali karena Dia."

Dan siapakah Dia?

"Rabb al-‘ālamīn..."
Tuhan segala alam.
Tuhan semesta yang luas,
juga semesta kecil yang kau sebut hati.
Tuhan langit yang tinggi,
juga Tuhan air mata yang jatuh diam-diam di atas sajadah.

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ

“Sedikit dari hamba-hamba-Ku yang benar-benar bersyukur.”
(QS Saba’: 13)

Maka jika engkau ingin menjadi satu dari yang sedikit itu,
belajarlah memuji-Nya,
bahkan ketika yang kau lihat hanya kehampaan.

Karena sungguh,
bahkan kehampaan pun bisa menjadi bentuk kasih-Nya,
yang tak ingin kau bergantung pada selain-Nya.

Nabi ﷺ pernah bersabda:

"أفضلُ الذكرِ لا إلهَ إلا اللهُ، وأفضلُ الدعاءِ الحمدُ للهِ."
"Dzikir yang paling utama adalah Lā ilāha illā Allāh, dan doa yang paling utama adalah al-ḥamdu lillāh."
(HR. Tirmiżī)

Lihatlah,
bahwa “al-ḥamdu lillāh” adalah doa,
bukan sekadar pujian.
Karena saat engkau memuji-Nya,
engkau sebenarnya sedang berkata,
"Aku percaya pada-Mu, walau aku belum mengerti semuanya."

Imam Ibn Qayyim rahimahullāh berkata:

"الحمد يتضمن المدحَ والثناءَ مع محبةٍ وتعظيمٍ."
"Al-ḥamdu mengandung pujian dan sanjungan yang disertai cinta dan pengagungan."

Bukan pujian yang kering,
bukan basa-basi kepada Tuhan,
tetapi pelukan hati kepada Sang Pemilik nafas dan nasib.

Maka wahai jiwa,
jadikan al-ḥamdu lillāh sebagai selimut pagimu,
dan sebagai peraduan malammu.
Ucapkan ia di sela deritamu,
dan temukan keajaiban dalam redanya.


Penutup:
ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ...
untuk setiap detak jantung yang tak kau sadari,
untuk setiap napas yang tak sempat kau syukuri,
untuk segala yang Allah beri,
bahkan yang Ia ambil.

Karena Dia…
bukan hanya Tuhan saat kau bahagia,
tapi Tuhan segala musim dalam hidupmu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Segala Puji di Balik Sunyi"

Post a Comment