Aku Tiada, Engkau Segala

 

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Aku telah mengadu dengan seluruh tangisanku,
aku telah mengetuk dengan seluruh deritaku,
aku telah rebah di hadapan-Mu dengan seluruh kefakiranku.

Kini, ya Allah, aku tak lagi memiliki diriku.
Aku ingin lenyap, sirna, hancur, musnah,
agar yang tinggal hanyalah Engkau.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Fana’kan aku dalam cahaya-Mu,
fana’kan aku dalam firman-Mu,
fana’kan aku dalam rahmat-Mu,
fana’kan aku dalam ma’rifat-Mu,
fana’kan aku dalam cinta-Mu.

Aku ingin sirna,
seperti tetes embun yang melebur dalam samudera,
seperti nyala lilin yang padam dalam matahari,
seperti bayangan yang lenyap ketika matahari naik.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Dan setelah Engkau fana’kan aku,
jangan biarkan aku hilang tanpa makna.
Bangkitkan aku kembali dengan baqā’-Mu,
dirikan aku dengan wujud yang hanya berdiri dengan-Mu,
tegakkan aku dalam tajallī yang abadi,
jadikan aku cermin bagi nur-Mu.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Engkau adalah Yang Awal,
dan aku ingin kembali ke awal-Mu.
Engkau adalah Yang Akhir,
dan aku ingin tenggelam di akhir-Mu.
Engkau adalah Yang Zhahir,
dan aku ingin terlihat hanya dengan penampakan-Mu.
Engkau adalah Yang Bathin,
dan aku ingin tersembunyi hanya dengan kedalaman-Mu.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Biarkan aku fana’ dalam cinta,
dan baqā’ dalam kerinduan.
Biarkan aku fana’ dalam dzikir,
dan baqā’ dalam kehadiran.
Biarkan aku fana’ dalam sujud,
dan baqā’ dalam pandangan rahmat-Mu.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Aku ingin melihat-Mu dalam segala sesuatu,
dan tidak melihat sesuatu pun selain Engkau.
Aku ingin mendengar-Mu dalam setiap suara,
dan tidak mendengar suara apa pun selain Engkau.
Aku ingin mencintai-Mu dalam setiap cinta,
dan tidak mencintai apa pun selain Engkau.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Apakah Engkau akan meninggalkan aku sendiri setelah Kau hidupkan aku dengan-Mu?
Apakah Engkau akan mengusir aku dari hadirat-Mu setelah Kau masukkan aku ke dalam cahaya-Mu?
Apakah Engkau akan menutup pintu-Mu padaku setelah Kau bukakan rahasia-Mu?

Tidak, ya Rabb... aku yakin tidak.
Sebab Engkau adalah al-Karīm yang tak pernah menghinakan,
al-Jawād yang tak pernah menahan,
al-Wadūd yang tak pernah meninggalkan.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Jadikan aku abadi dalam-Mu,
jangan kembalikan aku pada kegelapan diriku.
Jadikan aku saksi bagi keindahan-Mu,
jangan biarkan aku kembali menjadi penonton bayangan dunia.
Jadikan aku kekasih-Mu,
jangan biarkan aku kembali menjadi budak hawa nafsu.

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ...

Biarkan aku fana’ dalam nafas dzikir,
biarkan aku baqā’ dalam hembusan syukur.
Biarkan aku fana’ dalam tangisan malam,
biarkan aku baqā’ dalam cahaya fajar.
Biarkan aku fana’ dalam cinta-Mu,
biarkan aku baqā’ dalam perjumpaan dengan-Mu.

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aku Tiada, Engkau Segala"

Post a Comment