Tangga Cinta Menuju Allah
Nasehat ayah dengan ayat Al-Qur’an: syukur, shalat, sabar, tawakkal, dan cinta kepada Allah sebagai puncak maqām ma‘rifat.
Wahai anak-anakku,
mulailah hidupmu dengan syukur yang sederhana,
karena Allah berfirman: “La’in syakartum la’azīdannakum”
(QS. Ibrāhīm: 7).
Syukur adalah kunci pertama yang membuka pintu nikmat,
seperti embun pertama yang membasahi bumi.
Kemudian, jagalah shalatmu,
sebab shalat adalah tiang yang menegakkan jiwa.
Dengarkan ayat-Nya: “Innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil faḥsyā’i wal munkar”
(QS. Al-‘Ankabūt: 45).
Shalat bukan sekadar gerak tubuh,
tapi tangga yang mengangkat ruhmu ke langit yang lebih tinggi.
Wahai buah hati ayah,
jika engkau diuji dengan gelombang hidup,
berpeganglah pada sabar.
Firman-Nya: “Inna Allāha ma‘aṣ-ṣābirīn”
(QS. Al-Baqarah: 153).
Sabar adalah perahu,
yang membawamu menyeberangi lautan dunia menuju dermaga kekal.
Setelah itu, belajarlah untuk bertawakkal,
karena seorang hamba tak punya daya kecuali dengan Tuhannya.
Dengarkan bisikan suci: “Wa ‘alallāhi falyatawakkalil mu’minūn”
(QS. Āli ‘Imrān: 122).
Tawakkal adalah sayap,
yang membuat hatimu terbang di atas beban dunia.
Dan akhirnya, wahai anak-anakku,
naiklah ke puncak cinta,
cinta yang melampaui segala cinta,
cinta yang membuatmu fana dalam keindahan-Nya.
Allah berfirman: “Walladzīna āmanū asyaddu ḥubban lillāh”
(QS. Al-Baqarah: 165).
Inilah maqām ma‘rifat,
di mana dunia menjadi kecil,
dan Allah-lah yang Maha Besar,
menjadi tujuan segala langkahmu.
0 Response to "Tangga Cinta Menuju Allah - Nasehat ke 2"
Post a Comment